Aceh Utara – Keran yang biasanya menjadi tumpuan kebutuhan sehari-hari kini hanya menyisakan penantian. Selama empat hari berturut-turut, sejumlah pelanggan PDAM Tirta Pase di Aceh Utara mengaku tidak mendapatkan pasokan air bersih.
Keluhan kembali mengemuka pada Jumat, 25 September 2026. Bagi warga, persoalannya bukan sekadar air yang tak mengalir, melainkan kebutuhan dasar yang ikut tersendat.
Seorang warga Desa Mesjid, Kecamatan Samudera, mengatakan pemadaman air telah berlangsung selama empat hari. Kondisi tersebut, kata dia, membuat aktivitas rumah tangga terganggu, mulai dari mandi, memasak, hingga kebutuhan bersuci.
“ Pemadaman ini sangat menyusahkan. Ini sudah memasuki hari keempat air mati total. Padahal air adalah kebutuhan pokok untuk bersuci, minum, mandi, hingga memasak,” ujarnya.
Menurut warga tersebut, gangguan serupa bukan kali pertama terjadi. Ia mengaku pasokan air kerap mengalami gangguan, terutama pada akhir pekan.
Keluhan warga tak berhenti pada persoalan distribusi. Ketika air kembali mengalir, kualitas air juga disebut menjadi masalah lain.
Warga mengaku air yang keluar dari keran terkadang dalam kondisi keruh sehingga tidak dapat langsung digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.
“ Kalau airnya hidup pun kami tidak bisa langsung pakai karena keruh. Kami berbayar setiap bulan, tapi hak kami mendapatkan pelayanan dan kualitas air yang baik belum terpenuhi secara maksimal,” katanya.
Persoalan ini kemudian memunculkan tuntutan agar pengelola PDAM Tirta Pase memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab gangguan distribusi serta langkah yang dilakukan untuk mengatasinya.
Warga juga berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan, terutama mekanisme penanganan ketika terjadi gangguan distribusi dalam waktu cukup lama.
Bagi pelanggan, air bersih bukan layanan pelengkap. Ketika keran berhenti mengalir selama berhari-hari, aktivitas rumah tangga ikut tersendat.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PDAM Tirta Pase belum memberikan keterangan resmi kepada awak media mengenai penyebab terhentinya pasokan air selama empat hari, wilayah yang terdampak, kondisi kualitas air, maupun langkah penanganan bagi pelanggan.
Media ini masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi PDAM Tirta Pase maupun pihak terkait untuk memberikan penjelasan secara proporsional.
