Aceh Utara – Dua belas kursi jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memasuki babak baru. Panitia Seleksi Terbuka mengumumkan tiga nama terbaik untuk setiap formasi, Senin, 26 Oktober 2026. Nama-nama itu kini tercatat dalam pengumuman resmi bernomor 10/PANSEL/2026.
Pengumuman tersebut menjadi penanda berakhirnya tahapan seleksi terbuka yang hasil rekapitulasi nilai akhirnya ditetapkan berdasarkan berita acara Nomor 09/BA-Pansel/2026. Proses penilaian akhir itu dilaksanakan pada 8 Oktober 2026.
Sebanyak 36 nama tercantum dalam daftar tiga besar untuk 12 formasi jabatan. Mereka berasal dari beragam latar belakang keahlian, mulai dari kesehatan, pendidikan dayah, lingkungan hidup, kebencanaan, hingga pelayanan publik.
Namun, daftar itu bukan sekadar deretan nama dan gelar akademik. Di balik setiap formasi, ada tanggung jawab birokrasi yang kelak menuntut lebih dari sekadar kecakapan administratif: kemampuan menjawab kebutuhan masyarakat.
Pada formasi Kepala Dinas Kesehatan, panitia mencantumkan Abdurrahman, Ners. Mahzar, dan Samsul Bahri. Sementara itu, tiga nama yang masuk dalam daftar calon Kepala Dinas Pendidikan Dayah ialah Hamdani, Herimaulana, dan M. Yunus.
Untuk formasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, nama Mahsuri, Mansur, dan Mulyadi tercantum dalam pengumuman tersebut.
Di sektor penanggulangan bencana, Hanifza Putra, Joni, dan Mansur masuk dalam tiga besar calon Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Hanifza Putra juga tercantum dalam tiga besar calon Kepala Badan Pendapatan Daerah bersama Muhammad Taufieq dan Samsul Rizal.
Adapun pada formasi Kepala Dinas Pertanahan, panitia mengumumkan nama Fatwa Maulana, Muhammad Saleh, dan Safaruddin.
Pada formasi Kepala Dinas Penanaman Modal, Transmigrasi dan Tenaga Kerja, tiga nama yang masuk daftar ialah Joni, Nawafil Mahyudha, dan Samsul Rizal.
Untuk posisi Asisten Administrasi Umum, nama Cut Zullinda, Doni Prabudi, dan Fauzi Saputra tercantum dalam pengumuman.
Sementara itu, formasi Kepala Dinas Perhubungan diisi oleh Doni Prabudi, Fatwa Maulana, dan Zulfikar Z.
Pada formasi Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, tiga nama yang diumumkan adalah Mirza Gunawan, Safaruddin, dan Sapriadi LA.
Di sektor pertanian dan pangan, Baharuddin, Mirza Gunawan, dan Siti Aisah Br Ginting masuk dalam tiga besar calon Kepala Dinas Pertanian dan Pangan.
Adapun untuk jabatan Direktur Rumah Sakit Umum Cut Meutia, panitia mencantumkan Abdurrahman, Imran, dan Zulkifli.
Menanti Keputusan Berikutnya
Pengumuman yang ditandatangani Ketua Panitia Seleksi Terbuka, Dayan Albar, itu menyatakan hasil seleksi diumumkan untuk diketahui dan dipergunakan sebagaimana mestinya. Dokumen tersebut juga menyebut keputusan panitia bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
Meski demikian, pencantuman nama dalam tiga besar tidak dengan sendirinya berarti seorang peserta telah ditetapkan sebagai pejabat definitif. Pengumuman itu memuat nama-nama calon terbaik pada masing-masing formasi, bukan keputusan pengangkatan pejabat.
Tahapan berikutnya akan menentukan siapa yang memperoleh kepercayaan untuk mengemban jabatan tersebut sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Bagi Aceh Utara, proses ini bukan semata urusan pergantian atau pengisian kursi birokrasi. Di balik meja dinas, ruang rapat, dan dokumen administrasi, ada kepentingan masyarakat yang menunggu hasil nyata.
Pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau, pendidikan dayah yang semakin kuat, lingkungan yang terawat, penanganan bencana yang sigap, serta pengelolaan pendapatan daerah yang akuntabel merupakan bagian dari pekerjaan yang akan menanti para pejabat terpilih.
Pada akhirnya, jabatan bukan hanya soal siapa yang duduk di kursi pimpinan. Yang lebih penting ialah siapa yang mampu mengubah kewenangan menjadi pelayanan, kebijakan menjadi tindakan, dan janji birokrasi menjadi sesuatu yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Sebab, bagi warga, ukuran keberhasilan pemerintahan tidak berhenti pada pengumuman nama. Ia baru terasa ketika pelayanan membaik dan persoalan yang selama ini menunggu mulai menemukan jalan keluar.
