Rapat MKKS SMP Aceh Utara ke-75 di Nisam Antara, Kadisdikbud Tekankan Disiplin, Tahfiz, dan Kepemimpinan

Fadly P.B

Rapat MKKS SMP Aceh Utara ke-75 di Nisam Antara, Kadisdikbud Tekankan Disiplin, Tahfiz, dan Kepemimpinan
Foto: Kadisdikbud Aceh Utara dan Kabid Pembinaan Sapras Menerima Plakat Penghargaan Yang Diserahkan Oleh Kepsek SMPN 2 Nisam Antara
Ukuran teks

Aceh Utara – Pendidikan tidak cukup tumbuh dari ruang kelas. Ia membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, kedisiplinan aparatur, dan keberanian sekolah beradaptasi dengan perubahan zaman.

Pesan itulah yang mengemuka dalam Rapat Kerja ke-75 Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Aceh Utara di SMP Negeri 2 Nisam Antara, Gampong Seumirah, Rabu, 21 Oktober 2026.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Dr. Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., menekankan disiplin aparatur sipil negara (ASN), peningkatan mutu pembelajaran, serta penguatan karakter siswa sebagai bagian dari agenda menuju Aceh Utara Bangkit.

Rapat kerja yang mengusung tema “ Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Kepemimpinan Kepala Sekolah Berbasis Digitalisasi Menuju Aceh Utara Bangkit ” juga dihadiri dihadiri Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, jajaran pengawas sekolah, Ketua MKKS SMP Aceh Utara Salahuddin, S.Pd., serta pimpinan sekolah dari Subrayon 1 hingga 5.

Hadir pula Geusyik Gampong Seumirah Lukman, tokoh agama, tokoh masyarakat, komite sekolah, dan unsur ekosistem pendidikan setempat.

Di hadapan para kepala sekolah, Jamaluddin menegaskan bahwa rapat internal sekolah tidak boleh mengganggu jam kerja efektif pada pagi hari. Ia meminta rapat internal tidak dilaksanakan sebelum pukul 11.00 WIB agar pelayanan pendidikan tetap berjalan optimal.

“ Saya menegaskan kepada segenap kepala sekolah untuk tidak menyelenggarakan rapat internal pada jam kerja efektif sebelum pukul sebelas siang. Agenda rapat baru diperkenankan setelah waktu tersebut,” kata Jamaluddin.

Menurut dia, ketentuan itu harus dipatuhi sebagai bentuk tanggung jawab aparatur sekaligus komitmen menjaga integritas dalam pelayanan publik.

Disiplin, dalam pandangannya, bukan sekadar kepatuhan terhadap jadwal. Ia menjadi fondasi agar sekolah tidak kehilangan waktu belajar dan guru tetap menjalankan tugas utamanya mendampingi siswa.

Tahfiz, seleksi PPPK, dan kepemimpinan yang mengayomi

Selain disiplin ASN, Jamaluddin mengingatkan tenaga pendidik non-PNS untuk mempersiapkan diri menghadapi kebijakan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang, menurut arahannya, akan berlangsung pada Januari mendatang.

Ia juga meminta sekolah mempercepat pencapaian program tahfiz Al-Qur’an hingga target 100 persen pada akhir semester, terutama bagi siswa kelas IX.

Kebijakan pemisahan ruang kelas antara siswa laki-laki dan perempuan pun diminta tetap dijalankan secara konsisten, sejalan dengan arahan Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil atau Ayah Wa.

Namun, Jamaluddin mengingatkan bahwa ketegasan seorang kepala sekolah perlu berjalan beriringan dengan kemampuan merangkul. Ia meminta para pimpinan sekolah membangun komunikasi persuasif, dari hati ke hati, untuk menyatukan persepsi dan menjaga produktivitas dewan guru.

Arahan tersebut menempatkan kepala sekolah bukan semata-mata sebagai pengelola administrasi, melainkan pemimpin yang harus mampu menggerakkan seluruh unsur pendidikan menuju tujuan bersama.

SMPN 2 Nisam Antara menunjukkan perubahan

Tuan rumah rapat, Kepala SMPN 2 Nisam Antara Munawir, S.Pd., M.Pd., menyampaikan terima kasih atas kehadiran jajaran dinas dan para pimpinan sekolah yang menempuh perjalanan menuju sekolah di kawasan pedalaman, dekat perbatasan Kabupaten Bener Meriah itu.

Munawir juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun fasilitas kegiatan. Ia menyebut kehadiran para pemangku kepentingan pendidikan sebagai kebahagiaan tersendiri bagi keluarga besar sekolah.

Di balik keterbatasan lokasi, Munawir memaparkan perkembangan sekolah yang menurutnya menunjukkan kemajuan. Pada 2023, jumlah siswa meningkat dari 70 menjadi 139 orang, dengan enam rombongan belajar.

Ia juga menyebut hasil rapor pendidikan yang sebelumnya masih menunjukkan warna merah dan kuning pada 2024 kini telah membaik, ditandai warna hijau dan tren peningkatan.

Munawir berharap kunjungan tersebut menjadi dorongan bagi sekolah untuk terus berbenah, memperkuat pembelajaran, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Apresiasi serupa disampaikan Jamaluddin. Ia menilai perubahan yang terjadi di SMPN 2 Nisam Antara menunjukkan bahwa keterbatasan geografis tidak semestinya menjadi penghalang bagi kemajuan pendidikan.

MKKS sebagai ruang menyatukan visi

Sementara itu, Ketua MKKS SMP Aceh Utara Salahuddin mengatakan rapat kerja tersebut menjadi ruang strategis untuk mempererat silaturahmi, menyatukan pandangan, dan mendorong pemerataan mutu pendidikan antarsekolah.

Ia berharap inovasi yang telah berkembang di sejumlah sekolah dapat ditularkan kepada sekolah lain, sehingga kemajuan pendidikan tidak berhenti pada satu wilayah.

“ Kami berharap inovasi dan progres positif dari sekolah ini dapat diikuti oleh sekolah-sekolah lain agar mutu pendidikan kita maju secara merata,” ujar Salahuddin.

Ia juga mengajak seluruh kepala sekolah mendukung program strategis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta menuntaskan tanggung jawab masing-masing secara bersama-sama.

Menyambut Hari Santri Nasional

Menjelang penutupan rapat, Jamaluddin mengajak seluruh kepala sekolah menghadiri peringatan Hari Santri Nasional 2026 pada Kamis, 22 Oktober, di Lapangan Upacara Landing, Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menggelar peringatan tersebut dengan melibatkan ASN, pelajar tingkat SD hingga SMA, TNI-Polri, serta masyarakat umum.

Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil juga menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4/1680 Tahun 2026 yang mengimbau masyarakat mengenakan busana khas santri selama jam kerja.

Bagi laki-laki, busana yang dianjurkan berupa baju koko putih, sarung hitam, peci putih, serta kain ridak atau selampang. Sementara perempuan diimbau mengenakan busana muslimah dan jilbab berwarna putih.

Imbauan itu bersifat sukarela dan tidak disertai sanksi. Tujuannya memperkuat identitas religius sekaligus merawat tradisi dayah dan pesantren yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Aceh.

Seni tradisi menutup pertemuan

Rapat kerja ke-75 itu juga menghadirkan penampilan seni tradisional Aceh dari Sanggar Seni Suloh Antara. Siswa kelas I SMPN 2 Nisam Antara menampilkan tari Saman di bawah bimbingan guru Misriati.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Asyraf Zulfa, siswa kelas II sekolah setempat.

Semangat pertemuan tersebut dirangkum dalam slogan yang digaungkan bersama: “ Iman di Dada, Ilmu di Kepala, Teknologi di Tangan, Tumbuh Bahagia di Sekolah yang Aman dan Nyaman.”

Slogan itu menjadi pengingat bahwa transformasi pendidikan tidak hanya bertumpu pada digitalisasi dan administrasi. Ia juga memerlukan disiplin, keteladanan, karakter, serta lingkungan sekolah yang mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Dari Seumirah, pesan yang dibawa pulang para kepala sekolah cukup jelas: pendidikan Aceh Utara hanya akan bergerak maju apabila kepemimpinan, kedisiplinan, dan mutu pembelajaran berjalan beriringan.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks ›

Berita Terkini

Indeks ›
Aceh
Indeks