Aceh Utara – Di tengah denyut kehidupan gampong, kebersamaan masih menjadi perekat yang menjaga masyarakat tetap dekat. Semangat itulah yang terlihat dalam persiapan dan pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Blang Ara, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, 25/10/2026.
Zubir Almas mengapresiasi kekompakan masyarakat bersama para pemuda gampong yang bahu-membahu menyukseskan kegiatan keagamaan tersebut. Baginya, keterlibatan warga dari berbagai kalangan bukan sekadar kerja bersama, melainkan cermin hidupnya tradisi gotong royong dan persatuan di tengah masyarakat.
Peringatan Maulid Nabi, menurut dia, memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Momentum ini menjadi ruang untuk merawat silaturahmi, mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Di tengah kesibukan mempersiapkan kegiatan, kebersamaan masyarakat dan pemuda menjadi bagian penting yang membuat tradisi keagamaan tetap hidup. Nilai-nilai itulah yang dinilai perlu dijaga agar tidak berhenti sebagai perayaan tahunan, tetapi terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
Zubir juga memberikan perhatian khusus terhadap peran generasi muda. Keterlibatan pemuda dalam menyukseskan kegiatan Maulid dinilainya sebagai modal sosial yang penting bagi keberlangsungan tradisi keagamaan dan kehidupan bermasyarakat di tingkat gampong.
“ Semangat kebersamaan seperti ini patut diapresiasi dan dipertahankan. Ketika masyarakat dan pemuda bersatu, berbagai kegiatan positif dapat terlaksana dengan baik,” demikian pesan apresiasi yang disampaikannya.
Ia berharap kekompakan warga Blang Ara tidak hanya terpelihara ketika peringatan Maulid tiba. Lebih dari itu, semangat gotong royong tersebut diharapkan terus hadir dalam kegiatan sosial, keagamaan, serta berbagai upaya pembangunan gampong.
Sebab, kekuatan sebuah gampong tidak semata-mata bertumpu pada pembangunan fisik. Ada kepercayaan, kepedulian, dan kesediaan untuk saling membantu yang turut menentukan kokohnya kehidupan masyarakat.
Pada akhirnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan acara. Nilai persaudaraan, kepedulian sosial, dan keteladanan akhlak Rasulullah SAW semestinya menemukan tempatnya dalam tindakan nyata, jauh setelah rangkaian kegiatan berakhir.
