Nagan Raya – Pagi itu, bantuan ayam petelur mulai berpindah ke tangan kelompok tani di Nagan Raya. Bukan hanya ternak yang datang, tetapi juga sebuah kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha yang diharapkan dapat tumbuh bersama dan memberi tambahan penghasilan.
Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Jamaluddin Idham, memulai penyaluran bantuan ayam petelur tersebut di Kabupaten Nagan Raya, Sabtu, 12 September 2026. Dua kelompok tani menjadi penerima awal: Kelompok Tani Subur Jaya di Desa Pulo Teungoh dan Kelompok Tani Berkah Abadi di Desa Panton Bayu, Kecamatan Darul Makmur.
“ Alhamdulillah pada tahun ini kita ada bantuan ayam petelur yang kita salurkan untuk kelompok tani milik masyarakat,” kata Jamaluddin.
Menurut Jamaluddin, program itu dirancang untuk membantu kelompok tani membangun usaha yang dapat dikelola secara bersama. Peternakan ayam petelur diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, tetapi berkembang menjadi salah satu sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.
Program tersebut mencakup 20 titik yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Aceh. Penyalurannya dilakukan secara bertahap lantaran lokasi penerima tersebar di berbagai daerah.
Setelah Nagan Raya, penyaluran dijadwalkan berlanjut ke Aceh Barat Daya pada Ahad, 13 September 2026. Sehari kemudian, bantuan dijadwalkan tiba di kelompok penerima di Aceh Barat.
Jamaluddin mengingatkan agar kelompok penerima tidak sekadar menerima bantuan, kemudian membiarkannya berjalan tanpa pengelolaan yang jelas. Menurut dia, keberhasilan program justru ditentukan setelah bantuan berada di tangan masyarakat.
“ Harapan kita bantuan ini bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan baik oleh kelompok tani, sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ketua Kelompok Tani Berkah Abadi, Sabarizal, menyambut bantuan tersebut dengan rasa syukur. Ia mengatakan ayam petelur yang diterima dapat menjadi modal bagi anggota kelompok untuk mengembangkan usaha peternakan.
“ Alhamdulillah sangat bermanfaat untuk kami kelompok tani,” kata Sabarizal.
Bagi kelompoknya, pekerjaan berikutnya adalah memastikan bantuan tersebut tetap terawat dan berkembang. Sabarizal berharap para anggota dapat mengelola peternakan secara bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Dari Nagan Raya, bantuan itu selanjutnya akan menyusuri sejumlah daerah di Aceh. Di setiap kelompok penerima, harapannya serupa: bantuan tidak berhenti pada proses penyerahan, tetapi tumbuh menjadi usaha yang memberi manfaat bagi keluarga dan masyarakat.
