Lhokseumawe – Bilik suara Pemilihan Keuchik Gampong Keude Cunda, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, resmi ditutup pada Minggu, 20 September 2026. Persaingan ketat dua kandidat berujung pada kemenangan Mawardi, calon nomor urut 1, yang mengantongi 444 suara. Ia mengungguli pesaing tunggalnya, Tarmizi, yang memperoleh 393 suara.
Suasana haru dan lega menyelimuti lokasi penghitungan saat Panitia Pemilihan Keuchik (P2K) merampungkan rekapitulasi. Ketua P2K Gampong Keude Cunda, Fitria Racmayani, menyatakan seluruh tahapan pemungutan hingga penghitungan suara berjalan aman dan tertib tanpa kendala berarti.
” Kelancaran pelaksanaan ini merupakan hasil kerja sama panitia, kedua calon, masyarakat, tuha peut, dan unsur pengamanan,” ujar Fitria seusai menetapkan hasil rekapitulasi.
Usai penetapan suara, Mawardi langsung mengimbau para pendukungnya dan seluruh elemen masyarakat untuk menyikapi hasil ini dengan dewasa. Menurutnya, pesta demokrasi tingkat gampong telah usai, dan kini saatnya meleburkan kembali sekat-sekat perbedaan pilihan politik.
” Pemilihan sudah usai. Mari kita bersatu kembali untuk mewujudkan Gampong Keude Cunda yang lebih maju. Tanpa kalian semua, saya bukan siapa-siapa,” kata Mawardi.
Ia menegaskan bahwa kemenangan ini bukanlah ajang pamer kekuatan, melainkan amanah berat yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan seluruh warga. Mawardi berkomitmen memimpin dengan prinsip keterbukaan dan merangkul semua pihak, termasuk jajaran pendukung rivalnya.
” Kompetisi telah selesai. Kini saatnya kita bersama-sama membangun Gampong Keude Cunda. Mari saling merangkul, bergotong royong, dan memajukan gampong,” tuturnya.
Senada dengan Mawardi, koordinator tim pemenangannya, Zubir, meminta para relawan segera menghentikan euforia kemenangan agar situasi kemasyarakatan kembali tenang dan harmonis.
” Terima kasih atas kerja keras kawan-kawan semua. Apa yang kita lalui bersama telah selesai. Setelah ini, mari kita jaga persatuan dan mendukung pembangunan Gampong Keude Cunda,” kata Zubir.
Apresiasi juga datang dari Penjabat (Pj.) Keuchik Gampong Keude Cunda, Muhammad. Ia mengucapkan selamat atas terpilihnya Mawardi dan berharap kepemimpinan baru ini dapat merajut kembali tali silaturahmi serta melanjutkan roda pembangunan gampong yang sempat tertunda selama masa kontestasi.
Dengan selesainya tahap rekapitulasi suara, P2K Gampong Keude Cunda kini bersiap melangkah ke tahapan administratif berikutnya, yakni pengusulan pengesahan dan pelantikan keuchik terpilih sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Pada akhirnya, selisih 51 suara hanyalah catatan dalam kertas kalkulasi politik gampong. Ujian sejati kepemimpinan Mawardi justru terletak pada kemampuannya memupus sekat perbedaan pasca-pemilihan, merajut kembali modal sosial warga, dan mengubah persaingan menjadi energi gotong royong.
