Milad 800 Tahun Samudera Pasai: MAA Dikritik soal Alee Tunjang dan Representasi Budaya, Pejabat Malah Bungkam?

Fadly P.B

Milad 800 Tahun Samudera Pasai: MAA Dikritik soal Alee Tunjang dan Representasi Budaya, Pejabat Malah Bungkam?
Foto: Kiri-Kanan Atas Alee Tunjang Gampong Prie, Kec. Tanah Pasir, Kiri-Kanan Bawah Stand MAA Aceh Utara dan Screnshoot Video di Tiktok
Ukuran teks

Aceh Utara – Peringatan Milad Samudera Pasai ke-800 di Aceh Utara yang semestinya menjadi panggung penghormatan sejarah dan kebudayaan justru diwarnai kritik tajam. Keluhan timbul dari Grup Seni Budaya Alee Tunjang Bunggong Kupula, Gampong Prie, Kecamatan Tanah Pasir, terkait penyajian tradisi dan representasi budaya di stand Sekretariat Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Utara.

Ketua Grup Sanggar Alee Tunjang Bunggong Kupula, Ilyas, menyesalkan kejanggalan dalam pertunjukan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa Kepala Sekretariat MAA Aceh Utara, Rahmadi, sebelumnya telah mengakui di media massa bahwa penabuh Alee Tunjang yang tersisa berada di Kecamatan Tanah Pasir.

Namun, saat acara berlangsung, performer yang dihadirkan di stand MAA justru bukan berasal dari Tanah Pasir.

” Iya, sangat menyesal atas pernyataan Kepala Sekretariat MAA Aceh Utara, Rahmadi. Di media massa beliau mengakui pemain Alee Tunjang tinggal satu-satunya di Tanah Pasir, tapi yang ditampilkan di stand MAA justru bukan dari tempat kami,” ujar Ilyas kepada awak media, Rabu (09/09/2026). ‎

Bantah Bahan dan Tata Cara Permainan

Kritik Ilyas meluas hingga ke urusan pakem dasar pembuatan leusong (lesung). Rahmadi sempat menyatakan bahan lesung terbuat dari bak mane, bak mata u, dan bak siren. Pernyataan ini dibantah tegas oleh Ilyas. Menurut Ilyas, lesung Alee Tunjang secara mutlak harus dibuat dari kayu nangka (bak nangka) dan tidak boleh diganti kayu lain.

Selain itu, aspek ritual dan struktur permainan terdiri dari enam unsur bunyi khas: Tang, Ting, Blam, Blum, Chup, serta Anak (Syeh). ” Alee Tunjang itu dimainkan dengan satu lesung dan satu alu, bukan satu lesung dengan dua alu seperti yang ditunjukkan di stand,” tegas Ilyas.

Untuk memperkuat keabsahan kelompoknya, Ilyas menyerahkan bukti dokumentasi majalah resmi penerbitan MAA Aceh Utara tahun 2019 yang memuat profil sanggar dari Gampong Prie tersebut.

Ilyas juga menyentil unggahan video TikTok pertunjukan di stand MAA yang dinilainya justru menampilkan unsur adat luar, bukan tradisi Aceh. “Kenapa kami tidak diundang untuk tampil, dan kenapa bukan karya asli kami yang ditampilkan?” tanyanya. ‎

MAA Saling Lempar dan Abaikan Konfirmasi Media

Upaya awak media untuk meminta klarifikasi resmi dari Sekretariat MAA Aceh Utara justru menemui jalan buntu dan terkesan saling lempar tanggung jawab. Saat dikonfirmasi, Kepala Sekretariat MAA Aceh Utara, Rahmadi, enggan memberikan penjelasan lebih lanjut dan mengarahkan media untuk menemui pejabat lain.

” Silakan konfirmasi dengan Tgk Banta Khairullah, karena beliau yang membidanginya di MAA,” ucap Rahmadi. Padahal, dalam pemberitaan yang beredar sebelumnya, Rahmadi sendiri yang aktif memberikan keterangan publik terkait kesenian tersebut. ‎

Tindak lanjut konfirmasi kemudian dilakukan media kepada Tgk Banta Khairullah pada Rabu (09/09/2026). Melalui pesan singkat, Tgk Banta berjanji akan memberikan tanggapan. ” Nanti saya balas WhatsApp Anda, karena saya masih di lapangan,” tulis Tgk Banta saat itu.

Namun hingga Kamis sore (10/09/2026), tidak ada jawaban maupun klarifikasi lanjutan yang dikirimkan oleh Tgk Banta Khairullah. Sikap bungkam dari pejabat MAA Aceh Utara ini makin memperpanjang tanda tanya publik terkait profesionalisme kurasi dan komitmen lembaga adat tersebut dalam menjaga kelestarian tradisi lokal.

Janji mengonfirmasi yang menguap hingga Kamis sore seolah mempertegas gagapnya MAA Aceh Utara merespons kritik. Di panggung megah Milad 800 Tahun Samudera Pasai, suara nyaring dentang lesung kayu nangka dari Tanah Pasir mungkin bisa disembunyikan dari stand pameran, namun jeritan kecewa para penjaga tradisi asli tak akan pernah bisa dibungkam oleh balik sikap elak para pejabat.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks
Aceh
Indeks