Olah Limbah Pelepah Pinang, Stan Sawang Suguhkan Piring Situek di Milad 800 Tahun Samudera Pasai

Fadly P.B

Olah Limbah Pelepah Pinang, Stan Sawang Suguhkan Piring Situek di Milad 800 Tahun Samudera Pasai
Foto: Istimewa
Ukuran teks

Aceh Utara – Peringatan Hari Jadi Aceh Utara ke-800 Samudera Pasai yang berpusat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Aceh Utara, Landing, Lhoksukon, berlangsung semarak. Mengusung tema “Tajaga Adat, Tapeukong Syariat”, event akbar Piasan Pasee 2026 ini tidak hanya menampilkan refleksi sejarah, tetapi juga menjadi panggung utama bagi kebangkitan ekonomi kreatif lokal. Kamis (10/9/2026).

‎Salah satu yang mencuri perhatian pengunjung adalah stan pameran Kecamatan Sawang yang memamerkan produk kerajinan bernilai guna. Stan ini menyuguhkan hasil kreativitas berupa piring situek (pelepah pinang) inovasi warga Gampong Keude Sawang.

‎Penjaga stan, Suci Mulia bersama Marda Wati, menyampaikan bahwa inovasi piring situek ini menjadi motor penggerak baru untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Menurutnya, bahan baku yang dulunya dianggap sebagai limbah tak berguna di kebun kini berhasil disulap hingga memiliki nilai ekonomis.

‎” Dengan adanya produk piring dari situek ini setidaknya dapat memberi manfaat. Bahan baku situek yang dulunya terbuang di kebun, kini bisa dikumpulkan oleh warga untuk dijual ke tempat produksi, sehingga pelepah pinang tersebut sekarang berguna dan menghasilkan nilai ekonomi,” ujar Suci Aulia saat ditemui di lokasi acara, Landing, Lhoksukon.

‎Sementara itu, Camat Sawang Mazinuddin, S.Sos. menyampaikan bahwa dasar dari kegiatan kerajinan kreatif ini merupakan binaan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lhokseumawe bersama BNN-RI. Pihaknya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan alat kerja serta mesin cetak pres yang diberikan, sehingga masyarakat di desa dapat lebih produktif, ujarnya.

‎Selain piring dari pelepah pinang, stan Kecamatan Sawang juga ikut memamerkan produk kreatif lainnya berupa Tas Karawang hasil produksi perajin Gampong Ulee Geudong. Produk ini hadir dengan bermacam model yang variatif, mulai dari tas sandang hingga tas dompet yang modis dengan desain yang bernilai seni tinggi.

‎Momentum Peringatan 8 Abad Samudera Pasai ini sejatinya menjadi pemantik bagi target besar Aceh Utara Bangkit.

‎Berabad-abad lalu, di bawah bentangan langit Pasee, Sultan Malikussaleh telah meletakkan fondasi sebuah peradaban besar yang harum lewat jalur niaga maritimnya yang megah dan mandiri. Kekayaan Pasai kala itu bukan sekadar catatan emas sejarah, melainkan bukti ketangguhan ekonomi yang kini gaungnya coba dibangunkan kembali.

‎Melalui lingkaran bulat piring situek yang lahir dari tangan kreatif warga serta eloknya rajutan Tas Karawang hasil karya dari Kecamatan Sawang, denyut nadi perekonomian itu seolah menemukan jalannya kembali. Kreasi-kreasi ini hadir bak jembatan yang menghubungkan kejayaan masa lalu dengan semangat baru, merajut asa demi mewujudkan kebangkitan ekonomi Aceh Utara yang mandiri dan berdaya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks
Aceh
Indeks